Berita
60 dilihat
Administrator
05 November 2025
Kakanwil KemenHAM Jateng Mustafa Beleng Tekankan Falsafah “Datang Kosong, Pulang Kosong” dan “Boleh Menyinggung, Jangan Tersinggung”
Yogyakarta – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Tengah, Mustafa Beleng, dalam agenda penguatan kepada jajaran Kantor Wilayah Kerja Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (5/11/2025), menyampaikan dua falsafah kehidupan yang sarat makna: “datang kosong, pulang kosong” dan “boleh menyinggung, jangan tersinggung.” Kedua falsafah ini menjadi cerminan nilai keikhlasan, kebijaksanaan, dan kedewasaan yang perlu ditanamkan dalam diri setiap aparatur KemenHAM.
Menurut Mustafa Beleng, falsafah “datang kosong, pulang kosong” mengandung pesan mendalam bahwa manusia datang ke dunia tanpa membawa apa pun dan akan kembali tanpa membawa apa pun pula. Dalam konteks pengabdian birokrasi, hal ini mengajarkan agar setiap aparatur bekerja dengan hati yang jernih dan tanpa pamrih, menjadikan jabatan bukan sebagai tujuan, tetapi sebagai sarana untuk berbuat baik dan menebar manfaat bagi sesama. “Yang kita bawa nanti bukan jabatan atau penghargaan, tapi nilai kebaikan yang kita tinggalkan,” ujarnya.
Sementara falsafah “boleh menyinggung, jangan tersinggung” menegaskan pentingnya kedewasaan emosional dalam berinteraksi dan membangun komunikasi yang sehat di lingkungan kerja. Mustafa menekankan bahwa kritik atau teguran yang disampaikan dengan niat baik tidak boleh dianggap sebagai serangan pribadi. “Saling mengingatkan itu bagian dari kasih sayang dalam organisasi. Tapi kita juga harus belajar untuk tidak mudah tersinggung, karena dari situlah kedewasaan tumbuh,” tegasnya.
Kedua falsafah tersebut, lanjut Mustafa Beleng, menjadi pijakan moral dalam membangun budaya kerja yang berintegritas dan beradab. “Mari bekerja dengan hati yang lapang, niat yang tulus, dan pikiran yang jernih, karena pelayanan berbasis kemanusiaan hanya lahir dari insan yang berjiwa bersih,” pungkasnya.